JABAR KEHILANGAN RP8,3 TRILIUN: EFISIENSI BESAR-BESARAN DIMULAI DARI 2026
Nusaupdate.Net// Bandung, 20 Juli 2026 – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. MQ. H. Iswara, mengungkapkan kondisi keuangan Pemprov Jabar yang sedang tidak baik-baik saja.
Dalam 2 tahun, 2025-2026, Jawa Barat dipastikan kehilangan anggaran sekitar Rp8,3 Triliun akibat perubahan regulasi pusat.
Hal itu disampaikan Iswara saat melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan bersama warga dari beberapa kecamatan di Kota Bandung, Senin 20 Juli 2026.
Penyebab: UU HKPD dan Turunnya Transfer Daerah
Iswara menjelaskan ada 2 faktor utama penyebab jebolnya APBD Jabar.
“Pertama, APBD Jawa Barat turun Rp5,9 triliun. Ini karena proporsi bagi hasil pajak yang tadinya 70% untuk provinsi sekarang jadi 60%. Turun 10%,” ujar Iswara.
“Kedua, transfer ke daerah juga turun sebesar Rp2,458 triliun. Jadi totalnya sekitar Rp8,3 triliun yang hilang,” lanjutnya.
Perubahan ini mengacu pada UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah yang baru. Dampaknya langsung terasa di tahun anggaran 2026.
Efisiensi dan Program yang Akan “Di-Drop”
Dengan kondisi seperti ini, Pemprov Jabar bersama DPRD tidak punya pilihan selain melakukan efisiensi besar-besaran.
“Kita sedang memilah dan memilih mana yang tetap diprioritaskan, mana yang terpaksa kita drop. Beberapa program kegiatan yang tidak mendesak mungkin tidak akan kita laksanakan di 2026,” tegas Iswara.
Meski begitu, Iswara memastikan 3 sektor utama tetap aman.
“Insyaallah pelayanan masyarakat tidak boleh ada yang berkurang, khususnya untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan irigasi,” pungkasnya.
“Jabar Istimewa” Tetap Jadi Target
Di tengah keterbatasan, Iswara menegaskan komitmen untuk tetap mewujudkan visi “Jawa Barat Istimewa”.
“Kami ingin pendidikan maju untuk semua, kesehatan melayani semua, dan infrastruktur dalam kondisi mantap. Itu komitmen kami bersama Pak Gubernur,” tutupnya.
(Red) **






























