Kota Bandung, nusaupdate.net – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus memperkuat upaya perlindungan anak dan remaja dengan menggelar Pelatihan Dukungan Psikologis Awal (DPA) di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Selasa (21/7/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memberikan pendampingan awal kepada anak dan remaja yang menghadapi persoalan psikologis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Lurah Tamansari Asep Ahmad, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kesiapan mental dan sosial generasi muda agar mampu menghadapi tantangan era digital dan globalisasi yang semakin dinamis.
Ia menilai, kemajuan teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun juga menyimpan risiko apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan penguatan karakter. Karena itu, masyarakat, khususnya para kader di tingkat kelurahan, perlu dibekali pengetahuan untuk memberikan dukungan psikologis sejak dini.
“Di era digital saat ini, anak dan remaja harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta memiliki kemampuan menyaring berbagai informasi yang diterima. Kesiapan mental dan sosial menjadi bekal penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif perkembangan teknologi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Generasi yang sehat secara mental dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan masa depan bangsa yang unggul dan berdaya saing.
Peserta pelatihan yang berasal dari unsur kader di wilayah Kelurahan Tamansari diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat sehingga kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam mendeteksi secara dini berbagai persoalan psikologis yang dialami anak dan remaja, sekaligus memberikan dukungan awal sebelum mendapatkan penanganan dari tenaga profesional.
Melalui sinergi antara pemerintah, kader, keluarga, dan masyarakat, Pemerintah Kota Bandung berharap tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental anak dan remaja.
Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
(Suryana)






























