10 Hari Digembleng Jadi Barista, 60 Peserta Hasil Aspirasi Reses Adi Widyanto Siap Kembangkan Usaha Kopi

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 11:34 WIB

5057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BANDUNG, nusaupdate.net – Sebanyak 60 peserta Pelatihan Barista Dasar Kelas A, B, dan C menyelesaikan rangkaian pelatihan selama 10 hari yang menjadi bagian dari Program Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2026.

Kegiatan yang mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui reses Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi Demokrat, Mukhamad Adi Widyanto, tersebut berlangsung di Qeeboo Coffee, Jalan Arcamanik, Kota Bandung, dan resmi berakhir pada Senin (7/9/2026).

Selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar menjadi barista, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai berbagai tahapan pengelolaan usaha kopi. Materi mencakup pengolahan kopi, teknik penyeduhan, pembuatan minuman berbasis kopi, pengemasan, promosi dan pemasaran, pelayanan konsumen, serta pengetahuan pendukung lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembagian peserta ke dalam tiga kelas, yakni A, B, dan C, dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran agar lebih efektif. Peserta mendapatkan materi secara teori sekaligus praktik sehingga dapat langsung memahami penerapan teknik pengolahan kopi di lapangan.

Salah seorang pemateri, Acek dari Cikole, Lembang, menjelaskan bahwa peserta diberikan pemahaman mulai dari dasar-dasar kopi hingga teknik penyeduhan dengan menggunakan berbagai metode.

Menurutnya, pemahaman mengenai takaran atau rasio antara kopi dan air menjadi salah satu dasar penting yang harus dikuasai seorang barista untuk menghasilkan minuman dengan cita rasa yang konsisten.

“Mulai dari basic kopi, kopi manual, kopi susu, sampai penggunaan mesin dan berbagai peralatan. Peserta juga belajar bagaimana cara menyeduh kopi dan memahami standar serta rasio antara kopi dengan air,” jelas Acek.

Ia menilai proses pembelajaran selama 10 hari menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Para peserta dinilai mampu mengikuti materi dan beradaptasi dengan teknik-teknik yang diberikan.

Acek juga mengingatkan peserta agar terus meningkatkan kemampuan meskipun pelatihan telah selesai. Sebab, menurutnya, perkembangan industri kopi berlangsung dinamis dan selalu menghadirkan pengetahuan serta metode baru.

“Jangan pernah bosan untuk belajar. Dunia kopi itu terus berkembang dan selalu ada hal baru yang bisa dipelajari. Jadi, tetap semangat dan terus belajar,” pesannya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Aa Archi Nebogadnezar, mengaku mengikuti pelatihan untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengolahan kopi sekaligus memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan UMKM.

Ia menilai materi yang diberikan selama pelatihan cukup bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang ingin menjadikan sektor kopi sebagai peluang usaha.
Menurutnya, keterampilan mengolah kopi secara tepat dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen.

“Ilmu yang saya dapatkan di sini menjadi bekal untuk mengembangkan UMKM, khususnya di bidang coffee. Setelah mengetahui tata cara pengolahan kopi yang baik, saya berharap ilmu ini bisa diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.

Berakhirnya kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama peserta, pemateri, dan pihak penyelenggara.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang memiliki kemampuan dasar sebagai barista, tetapi juga mampu membuka peluang kerja dan usaha baru di tengah pertumbuhan industri kopi yang semakin berkembang.

Melalui pelatihan berbasis keterampilan seperti ini, aspirasi masyarakat yang diserap melalui reses diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat Kota Bandung.***

(Suryana)

Berita Terkait

Edukasi Mitigasi Bencana Harus Sesuai dengan Peta Risiko Potensi Bencana di Setiap Wilayah
Radea Respati Tekankan Pentingnya Kepemimpinan dan Kesehatan Mental dalam Lingkungan Kerja Sehat
Ketua DPP Paguyuban Sunda Galuh Ajak Generasi Muda Ngamumule Warisan Leluhur
DPRD Kota Bandung Tetapkan Perda Bank Perekonomian Rakyat
Berikut Pandangan Umum Fraksi Partai Gerindra Atas 4 Raperda Baru Usulan Wali Kota
Ini Pandangan Umum Fraksi PKS untuk 4 Raperda Baru Usulan Wali Kota
Berikut Ini Pandangan Umum Fraksi Golkar untuk 3 Raperda Baru Usulan Wali Kota
Soni Daniswara Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Zero New Stunting

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:24 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Darul Hasanah Gelar Patroli Dialogis dan Edukasi Warga di Rambung Jaya

Senin, 2 November 2026 - 22:31 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadir di Jalan, Pastikan Pelajar Aman ke Sekolah dan Masyarakat Nyaman

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Polisi Tak Hanya Menjaga Keamanan, Kapolres Agara Tunjukkan Kepedulian terhadap Pendidikan Lewat Polidik

Minggu, 1 November 2026 - 19:25 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Hadir dalam Minggu Kasih, Pererat Kebersamaan dengan Umat Katolik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!