Negara Diam, Warga Pining Menjerit: Sampai Kapan Bertaruh Nyawa di Sungai?

NUSA UPDATE

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 20:28 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, (30/03/2026) |  Kesabaran warga Pining, Kabupaten Gayo Lues, benar-benar diuji setelah berbulan-bulan menanti perbaikan Jembatan Pintu Rime yang ambruk akibat banjir bandang. Hingga kini, belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pihak terkait, sementara akses vital lintas provinsi itu lumpuh total. Warga terpaksa menyeberangi sungai deras setiap hari, mempertaruhkan keselamatan demi kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. PT Hutama Karya yang diduga dipercaya menangani perbaikan jembatan dinilai gagal total. Tidak hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI didesak turun tangan untuk meninjau ulang kinerja proyek yang dinilai lamban dan tidak transparan. Kekecewaan warga memuncak setelah peristiwa memilukan kembali terjadi: seorang pasien dari Puskesmas Pining harus dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Gayo Lues, namun karena jembatan tak kunjung diperbaiki, pasien terpaksa digotong menembus arus sungai yang deras tanpa pengaman dan tanpa kepastian selamat.

Warga menuturkan, jika sedikit saja salah pijakan, nyawa pasien bisa melayang. Situasi ini bukan lagi soal kesulitan akses, melainkan soal hidup dan mati. Setiap hari, anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga orang tua dipaksa mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyeberang. Tidak ada jembatan darurat, tidak ada jalur alternatif, dan negara seolah absen di tengah ancaman nyata yang dihadapi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi, kerusakan jembatan terlihat jelas. Rangka baja terkulai, badan jembatan ambruk, dan sisa material banjir masih menumpuk tanpa penanganan. Sungai yang keruh dan deras kini menjadi satu-satunya jalur penghubung, sekaligus jebakan mematikan bagi siapa saja yang melintas. Warga menilai, kelalaian ini nyata dan tidak bisa lagi ditoleransi. Mereka dipaksa bertaruh nyawa setiap hari, sementara pihak pelaksana proyek dinilai tidak becus menjalankan tanggung jawab.

Desakan agar pemerintah pusat melalui BNPB RI segera turun tangan semakin menguat. Warga meminta evaluasi total terhadap kinerja PT Hutama Karya. Jika tidak sanggup, mereka menuntut agar pelaksana proyek diganti demi keselamatan masyarakat. Sorotan publik semakin tajam setelah pihak PT Hutama Karya memilih bungkam saat dikonfirmasi. Tidak ada klarifikasi, tidak ada transparansi, dan diamnya pihak pelaksana justru mempertegas kesan abai terhadap penderitaan warga.

Situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai keterlambatan biasa. Ini adalah krisis nyata yang berpotensi menelan korban jiwa kapan saja. Setiap detik pembiaran adalah ancaman bagi keselamatan masyarakat. Warga Pining kini tidak lagi meminta janji, melainkan menuntut tindakan nyata dan keselamatan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya Jembatan Pintu Rime, tetapi juga rasa kemanusiaan dan tanggung jawab. Ketika korban benar-benar jatuh, semua pihak yang lalai akan tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari kegagalan yang tak terbantahkan.

Berita Terkait

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen
Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara
TMMD ke-130 TA 2026 Resmi Dibuka di Gayo Lues, Fokus Bangun Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Dandim 0113/Gayo Lues Hadiri Pengobatan Gratis dalam Rangka Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, 170 Warga Mendapat Pelayanan Kesehatan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Polres Gayo Lues Pastikan Akses Darurat Tetap Terbuka Meski Jembatan Aih Bobo Terputus
Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues
Mabes Polri Didesak Ambil Sikap, Dugaan Aktivitas Ilegal PT Hopson Jadi Perhatian Publik

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:24 WIB

Cegah Kecelakaan dan Gangguan Kamtibmas, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Patroli Malam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Banjir di Bambel, Keselamatan Warga dan Pengguna Jalan Jadi Perhatian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Respons Informasi Warga, Polres Aceh Tenggara Ungkap Penanaman Ganja di Ketambe

Berita Terbaru

error: Content is protected !!