Polres Gayo Lues Pastikan Akses Darurat Tetap Terbuka Meski Jembatan Aih Bobo Terputus

NUSA UPDATE

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:28 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Polres Gayo Lues bersama sejumlah unsur terkait bergerak cepat melayani masyarakat setelah kejadian meluapnya air Sungai Desa Badak dan putusnya jembatan utama Aih Bobo di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Selasa (23/6/2026). Peristiwa yang bermula dari curah hujan tinggi sejak malam hari tersebut menyebabkan banjir hingga menutup sebagian badan jalan dan memutus akses utama penghubung antarwilayah, termasuk jalur menuju rumah sakit.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K melalui Kapolsek Blangkejeren, Iptu Syamsuddin, S.H, menjelaskan bahwa pelayanan masyarakat dilakukan sejak pukul 08.15 WIB di dua lokasi utama, yaitu jalan lintas Blangkejeren–Pining di dekat jembatan besar Desa Badak dan kawasan jembatan Aih Bobo di Desa Rigeb. Luapan air sungai menutupi jalan, sementara jembatan utama Aih Bobo putus terseret arus sehingga arus lalu lintas warga nyaris terhenti total.

Melihat situasi ini, Polres Gayo Lues bersama Polsek Blangkejeren, didukung personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Aceh, gabungan personel Satlantas, serta perangkat desa dan kecamatan, langsung melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas. Turun langsung di lapangan, Wakapolres Gayo Lues, Kompol Eddy Yaksa, S.Sos, beserta Wadanyon D Pelopor Satbrimob Polda Aceh, AKP Imanta Purba, memimpin penanganan di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Personel Polri melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik terdampak, menjaga antrean kendaraan roda dua dan empat yang melintas di wilayah Desa Badak agar tetap tertib dan aman. Untuk warga yang ingin melintas di area jembatan Aih Bobo, petugas mengarahkan masyarakat menggunakan jembatan lama yang masih bertahan. Namun, akses lewat jembatan lama ini terbatas hanya untuk kendaraan roda dua, sedangkan roda empat belum bisa dilayani karena faktor keamanan. Personel turut membantu masyarakat menyeberangkan kendaraan dengan hati-hati dan memastikan lalu lintas tetap berjalan walau dalam keterbatasan.

Selain itu, sejumlah anggota Batalyon D Brimob turut membantu warga membersihkan rumah-rumah yang terkena dampak banjir, khususnya di Desa Rigeb. Kegiatan ini dilakukan agar lingkungan warga bisa segera pulih dan risiko kesehatan akibat genangan air dapat diminimalisir.

Kondisi di Desa Badak kini berangsur membaik. Meski jalan utama masih tergenang, kendaraan bisa melintas dengan dibantu petugas yang berjaga, mengarahkan arus kendaraan agar tetap di jalur aman. Di Desa Rigeb, lalu lintas melalui jembatan lama masih berlangsung dengan pengawasan ketat petugas karena jembatan baru Aih Bobo tidak lagi dapat digunakan usai terputus diterjang arus.

Hingga pelayanan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB, tidak ditemukan korban jiwa akibat peristiwa ini. Aparat masih terus mengawasi situasi di lokasi dan bersiaga jika terjadi perubahan situasi. Koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan BPBD serta pemerintah daerah agar penanganan dan perbaikan bisa segera dilakukan, termasuk antisipasi jika ke depan intensitas hujan kembali meningkat di Gayo Lues.

Kapolsek Blangkejeren menekankan bahwa keberadaan personel kepolisian di lokasi merupakan wujud nyata pelayanan dan komitmen Polri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan bisa mempercepat pemulihan serta mengembalikan aktivitas warga di Kecamatan Dabun Gelang secara normal. Upaya deteksi dini juga terus dilakukan, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana yang mungkin kembali terjadi di wilayah Gayo Lues. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues
Mabes Polri Didesak Ambil Sikap, Dugaan Aktivitas Ilegal PT Hopson Jadi Perhatian Publik
Jika Larangan Tak Lagi Dihormati, Kasus PT Hopson Aceh Industri Bisa Menjadi Preseden Buruk bagi Penegakan Hukum di Aceh
Dugaan Aktivitas PT Hopson di Tengah Sanksi, Warga Pertanyakan Keberanian Aparat Bertindak Nyata
PT Hopson Diduga Tak Peduli Sanksi Pemerintah, Aktivitas Pabrik Kembali Tertangkap di Rikit Gaib
Pasca Pembekuan Operasional, PT Rosin Diduga Tetap Jalankan Produksi Getah Pinus, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun
Tangkap dan Penjarakan Pelaku Pembangkangan terhadap Keputusan Pembekuan PT Rosin dan Dua Pabrik Lain
Nama Baru PT Rosin Tak Menghapus Catatan Lama soal Lingkungan, Pajak, dan Produksi

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:39 WIB

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:09 WIB

Periksa Jagung Pipil di Desa Tapung Makmur, Bhabinkamtibmas Tapung Hilir Dukung Program Ketahanan Pangan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:16 WIB

– Gerak Cepat Kemanusiaan, DPD IPK Kabupaten Karo Galang Donasi untuk Pasutri TKI yang Terlantar dan Sakit di Kamboja

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:12 WIB

Maha Sendi Milala Sang Anak Sinabung Dilantik Jadi Ketua IPK Karo

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:27 WIB

Respons Narasi Provokatif terhadap Presiden Prabowo, PP GP Al Washliyah Rilis 4 Pernyataan Sikap

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:25 WIB

Sat Reskrim Polres Simalungun Rilis Pengungkapan 43 Kasus 3C, 69 Tersangka Diamankan

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!