Nurmadjito, S.H., M.H. LEMHANAS Lahirkan Pemimpin Berwawasan Geopolitik dan Ketahanan Nasional
Jumat, 17 Juli 2026
Hari pertama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (IKAL Lemhanas) di Hotel Savoy Homann Bandung berlangsung dengan agenda penguatan konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, serta peningkatan peran alumni dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan bangsa.
IKAL Lemhanas merupakan organisasi resmi yang mewadahi para alumni Lemhanas RI. Berdiri sejak 17 Maret 1978, organisasi ini berperan menjaga nilai-nilai kebangsaan, mempererat silaturahmi antarlulusan, serta mendorong kontribusi nyata alumni bagi masyarakat dan negara. Pada periode kepengurusan 2026–2031, DPP IKAL Lemhanas dipimpin oleh Prof. Purnomo Yusgiantoro, dengan komitmen memperkuat organisasi melalui berbagai program strategis dan pembentukan badan-badan otonom yang mendukung pengabdian kepada masyarakat.
Rakernas yang diikuti pengurus DPP dan DPD dari seluruh Indonesia ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang adaptif terhadap tantangan nasional.
Marsekal Purn TNI, Nurmadjito, S.H., M.H., yang juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada press confrens, menegaskan bahwa pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI merupakan proses strategis dalam membentuk calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki wawasan geopolitik, geostrategi, serta komitmen kuat terhadap ketahanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Nurmadjito saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I DPP dan DPD IKAL Lemhanas RI di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung.
Menurutnya, peserta pendidikan Lemhanas berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara, pemerintah daerah, akademisi, politisi, hingga kalangan profesional. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam membangun perspektif kebangsaan yang utuh.
“Di Lemhanas kami mempelajari geopolitik, geostrategi, politik, ketahanan nasional, hingga nilai-nilai Pancasila. Tujuannya agar setiap peserta memahami bagaimana menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Nurmadjito.
Ia menjelaskan, program pendidikan Lemhanas memiliki beberapa tingkatan dengan durasi yang berbeda, mulai dari pendidikan singkat hingga program yang berlangsung selama beberapa bulan. Seluruh jenjang tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus membangun jejaring nasional di antara para pemimpin dari berbagai daerah dan sektor.
Menurut Nurmadjito, nilai utama pendidikan Lemhanas bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi bagaimana setiap alumni mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Yang terpenting bukan hanya memperoleh sertifikat, tetapi bagaimana ilmu yang didapat dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di sana kami belajar saling mengenal, saling menghargai, serta membangun persahabatan tanpa memandang latar belakang profesi maupun daerah asal,” katanya.
Ia menilai keberagaman peserta merupakan salah satu keunggulan Lemhanas karena melahirkan pemimpin yang mampu melihat persoalan bangsa dari berbagai sudut pandang dan mampu membangun sinergi lintas sektor.
Nurmadjito juga mengajak generasi muda untuk terus memperluas wawasan kebangsaan serta memahami perkembangan geopolitik global yang semakin dinamis. “Generasi muda adalah calon pemimpin Indonesia. Mereka harus memiliki pengetahuan yang luas tentang geopolitik, ketahanan nasional, dan nilai-nilai kebangsaan agar mampu menghadapi tantangan masa depan serta menjaga persatuan Indonesia,” tegasnya.
Rakernas I DPP dan DPD IKAL Lemhanas RI di Bandung menjadi momentum konsolidasi para alumni Lemhanas untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus meneguhkan peran strategis alumni Lemhanas sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkokoh ketahanan nasional, serta menyiapkan kepemimpinan Indonesia yang adaptif menghadapi tantangan global.
Reporter : winda































