Vanya Wijaya Dinobatkan Sebagai Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025

NUSA UPDATE

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 03:21 WIB

50217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – Senyum hangat, dan tepuk tangan meriah penonton menjadi saksi lahirnya bintang muda Kabupaten Malang, Vanya Wijaya. Gadis cilik penuh talenta tersebut berhasil meraih gelar Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025. Dengan suara merdunya dan pesona yang memikat, Vanya bukan hanya memukau para juri, tetapi juga menghadirkan semangat baru dalam pelestarian budaya daerah lewat karya lagunya berjudul “Penjaga Budaya” di ajang Joko Roro Cilik Kabupaten Malang 2025 yang berlangsung di kawasan wisata Andeman Boonpring, Turen pada Minggu (9/11/2025).

Vanya Wijaya mengatakan kepada awak media pada Jumat (14/11/2025), ia menuju panggung prestasi dimulai dari rasa ingin tahu sederhana. Ia pertama kali mengetahui tentang ajang Joko Roro Cilik Kabupaten Malang 2025 melalui media sosial dan sang ibu, yang kemudian mendorongnya untuk mencoba. Vanya, yang sejak kecil gemar tampil di panggung dan menyanyi, langsung tertarik karena ajang ini tak hanya menilai penampilan, tapi juga pengetahuan tentang budaya dan pariwisata daerah.

“Vanya ingin belajar lebih banyak sekaligus ikut memperkenalkan keindahan Kabupaten Malang lewat cara yang menyenangkan, yaitu melalui lagu-lagu Vanya,” ungkapnya dengan semangat khas anak muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketertarikan itu pun menjadi langkah awal bagi Vanya untuk lebih mengenal dan mencintai daerah asalnya. Menjadi Roro Cilik tentu bukan perjalanan yang mudah. Dalam prosesnya, Vanya harus menyeimbangkan waktu antara latihan, sekolah, dan persiapan tampil di berbagai sesi kompetisi.

“Kadang capek dan gugup, tapi karena ada dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman, semuanya jadi terasa ringan dan menyenangkan,” ujarnya dengan senyum penuh ketulusan.

Namun di balik rasa lelah, tersimpan banyak pengalaman berharga. Vanya belajar menari, berani berbicara di depan umum, dan mengenal berbagai potensi wisata di Kabupaten Malang. Ia juga menemukan banyak teman baru yang sama-sama mencintai budaya daerahnya, menjadikan setiap langkahnya terasa lebih bermakna.

Dalam proses perjalanan menuju grand final ajang tersebut, Vanya kembali merilis lagu berjudul Penjaga Budaya, karya Rulli Aryanto. Lagu tersebut menjadi sorotan karena pesan kuatnya tentang pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Bagi Vanya, lagu tersebut bukan sekadar karya, melainkan sebuah panggilan hati untuk mencintai tanah kelahirannya.

“Bagi Vanya, lagu Penjaga Budaya itu seperti pengingat bahwa kita semua, meskipun masih anak-anak, punya peran untuk menjaga dan mencintai budaya daerah kita sendiri,” tuturnya. Melalui lirik dan suaranya, Vanya ingin menanamkan kebanggaan terhadap Kabupaten Malang pada generasi muda lainnya.

Setelah sukses menyandang gelar Roro Cilik Favorit Kabupaten Malang 2025, Vanya tidak ingin berhenti di pencapaian tersebut. Ia ingin terus berkarya dan belajar, terutama dalam bidang musik dan kebudayaan. “Semoga lagu ini bisa membuat banyak orang, terutama anak-anak, semakin mencintai budaya daerah,” harapnya dengan penuh keyakinan.

Ke depan, Vanya berencana menulis lagu-lagu baru yang bercerita tentang keindahan Kabupaten Malang. Ia juga ingin aktif di berbagai kegiatan budaya dan sosial agar bisa menjadi contoh kecil bahwa mencintai daerah bisa dimulai dari hal sederhana. Dengan semangatnya, Vanya menjadi gambaran generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berakar pada budaya.

Kesuksesan Vanya tentu tak lepas dari dukungan keluarga. Sang ayah, Denny Wijaya, mengaku bangga dan terharu melihat perjuangan putrinya. “Melihat perjuangan Vanya dari awal, belajar, latihan, bahkan saat gugup di panggung, lalu akhirnya bisa berdiri percaya diri sebagai Roro Cilik Favorit, itu rasanya luar biasa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses tersebut membentuk karakter anaknya menjadi lebih disiplin dan berani. “Saya melihat bukan hanya hasilnya, tapi juga proses yang membuat dia tumbuh lebih kuat dan tangguh. Anak yang mencintai budaya dan asalnya akan tumbuh dengan karakter yang kuat,” ujar Denny penuh kebanggaan.

Sementara itu, sang ibu, Tri Susiyamawati, juga turut berperan besar dalam mendampingi setiap langkah Vanya. Ia mengaku tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara kegiatan lomba dan tugas-tugas sekolah. “Kadang harus menenangkan dia saat lelah atau gugup. Tapi saya selalu mengingatkan bahwa semua ini bagian dari perjalanan yang indah,” kata Tri Susiyamawati lembut.

Untuk menjaga semangat sang putri, Tri Susiyamawati berusaha menghadirkan suasana rumah yang menyenangkan dan penuh dukungan. Ia percaya bahwa kebahagiaan adalah kunci dari semua pencapaian. “Saya selalu menekankan bahwa prestasi bukan segalanya, yang penting Vanya bahagia, tetap rendah hati, dan menikmati setiap prosesnya,” tambahnya dengan senyum hangat.

Sebagai orang tua, Tri Susiyamawati memiliki harapan sederhana namun bermakna untuk masa depan putrinya. Ia ingin Vanya tetap menjadi anak yang baik, rendah hati, dan membawa nilai positif bagi sekitarnya. “Kalau lewat musik dan budayanya dia bisa menginspirasi anak-anak lain untuk bangga pada daerahnya, itu sudah lebih dari cukup,” ujarnya.

Tri Susiyamawati juga berharap Vanya terus tumbuh bukan hanya sebagai penyanyi atau Roro Cilik, tetapi juga sebagai pribadi yang bermanfaat bagi Indonesia. Ia yakin bahwa cinta terhadap budaya bisa menjadi fondasi yang kuat bagi generasi penerus bangsa.

Vanya Wijaya adalah pelajar asal Kabupaten Malang yang dikenal memiliki kecintaan tinggi terhadap seni, musik, dan budaya daerah. Sejak kecil, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan seni dan tampil di berbagai acara lokal. Melalui lagu Penjaga Budaya, Vanya berkomitmen untuk terus membawa pesan pelestarian budaya kepada generasi muda Indonesia.

Kemenangan Vanya Wijaya sebagai Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025 bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan simbol semangat baru bagi generasi muda pecinta budaya. Dengan suara merdunya dan ketulusan hatinya, Vanya mengingatkan kita bahwa menjaga budaya bisa dimulai dari langkah kecil dan dilakukan dengan penuh cinta. Dari panggung Kabupaten Malang, suara kecil tersebut kini menggema membawa pesan besar: Cintai budaya, cintai negeri.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Lewat “Kamu yang di Bangku Depan”, Thalia Gunawan Mulai Perjalanan Musiknya

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:05 WIB

Sidak Formalitas Ala DPRD Purwakarta Tuai Kecaman Warga

Selasa, 14 April 2026 - 12:15 WIB

Dituding Intimidasi Ketua RT, Pria Ini Sebut Dirinya Hanya Wakili Aspirasi Warga

Senin, 13 April 2026 - 18:53 WIB

Gelanggang Ayam “Vallas Arena” Rumbai Barat, Pengelola: Kami Tidak Menyediakan Tempat Untuk Berjudi

Minggu, 12 April 2026 - 09:05 WIB

Burhanudin H.M Alias Vikay Mantap Mencalonkan Diri Sebagai Kades Pasirgombong Kecamatan Cikarang Utara

Sabtu, 11 April 2026 - 22:04 WIB

Terimakasih Polsek Kulim Atas Respon Cepat Menindak Lanjuti Laporan Masyarakat Melalaui Layananan Darurat 110

Sabtu, 11 April 2026 - 16:10 WIB

Momen Halalbihalal, DPD KNPI Kabupaten Bekasi Ajak DPK Olahraga Bareng di Sport Center Sukatani

Jumat, 10 April 2026 - 20:41 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Senin, 6 April 2026 - 03:47 WIB

Terbukti Langgar Banyak Kode Etik, Advokat TJUAN AN Selatpanjang-Riau: Hanya Dihukum Teguran Lisan, Apa Yang Terjadi ?

Berita Terbaru

DAERAH

Sidak Formalitas Ala DPRD Purwakarta Tuai Kecaman Warga

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:05 WIB

BANDA ACEH

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:22 WIB

error: Content is protected !!