GOW Lumajang Dorong Dukungan Nyata Pemerintah untuk Pemberdayaan Perempuan
Lumajang, kabarnusa 24.Com.Kamis,21/5/2026.—Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya dukungan nyata pemerintah terhadap program pemberdayaan perempuan melalui sinergi lintas sektor dan pelibatan organisasi perempuan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua GOW Kabupaten-kabupaten Lumajang dalam kegiatan yang digelar di Hall Cafe Alka, Jalan Srikaya, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 69 peserta dari berbagai organisasi perempuan dan unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua GOW Kabupaten Lumajang Ny.Eko Adis menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya menjadi program seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak serta dukungan konkret dari pemerintah daerah.
“Pemerintah diharapkan memberikan dukungan nyata bagi program pemberdayaan perempuan, sekaligus membuka mekanisme pelibatan organisasi perempuan secara konkret dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat dalam setiap program pemberdayaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh perempuan hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, keberhasilan program perempuan juga sangat bergantung pada dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan organisasi perempuan dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Tidak kalah penting, Ketua GOW Lumajang juga mendorong terwujudnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, organisasi perempuan, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pemberdayaan perempuan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua GOW juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan keluarga yang aman dan harmonis. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap anak.
Ia mengajak seluruh peserta untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekitar serta menjadi pelindung bagi anak-anak.
“Anak-anak harus mendapatkan perlindungan, perhatian, dan kasih sayang. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga mereka agar tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Para peserta turut menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah, peningkatan kapasitas organisasi, hingga penguatan ekonomi keluarga berbasis komunitas.(D.S)


































