Lindungi Anak Sejak Dini, DP3A Kota Bandung Dorong Sekolah Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 11:32 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BANDUNG, Nusaupdate.net – Perlindungan terhadap anak tidak cukup hanya dilakukan setelah persoalan terjadi. Upaya edukasi, pencegahan, serta deteksi dini perlu diperkuat sejak awal dengan melibatkan seluruh pihak, terutama lingkungan sekolah.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung di SMPN 11 Kota Bandung, Jalan Syamsudin Ciateul, Rabu (2/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DP3A Kota Bandung Dra. Hj. Uum Sumiati, M.Si., Anggota DPRD Kota Bandung Drs. Heri Hermawan, M.M.Pd., jajaran DP3A, pihak sekolah, para siswa dan siswi SMPN 11 Kota Bandung, serta sejumlah undangan lainnya.

Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, mengatakan kegiatan sosialisasi yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan lingkungan pendidikan, mengenai pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Menurut Uum, paradigma perlindungan anak perlu terus dikembangkan. Pemerintah tidak hanya hadir ketika sebuah kasus sudah terjadi, tetapi harus berupaya mencegah agar persoalan tersebut tidak sampai terjadi.

“Bukan hanya tema, tetapi pola sosialisasi ini bagian dari upaya edukasi dan preventif agar apa yang tidak kita harapkan tidak terjadi,” kata Uum.

Ia menjelaskan, pendekatan preventif harus dibarengi dengan kemampuan melakukan deteksi dini. Untuk itu, diperlukan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga lingkungan pertemanan anak.

Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran penting karena sebagian besar aktivitas anak berlangsung di lingkungan pendidikan. Guru dan tenaga pendidik diharapkan mampu menjadi pihak yang dapat mendengar, memahami, sekaligus mengenali perubahan perilaku peserta didik yang mungkin menjadi tanda adanya persoalan.

Uum juga menyoroti perubahan pola komunikasi anak dalam menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Tidak semua anak saat ini memilih orang tua sebagai tempat pertama untuk bercerita. Sebagian justru lebih nyaman menyampaikan keluh kesah kepada teman sebaya atau guru.

“Curhatan mereka sekarang sudah bergeser. Kalau dulu kepada orang tua, sekarang bisa jadi kepada teman sebayanya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, menurut Uum, harus menjadi perhatian bersama. Anak perlu diberikan ruang yang aman untuk berbicara dan menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang mereka hadapi tanpa merasa takut.

Karena itu, DP3A mendorong agar satuan pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat lingkungan sekolah yang ramah, aman, terbuka, dan memberikan perlindungan kepada setiap peserta didik.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam membangun sistem perlindungan anak yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung, Drs. Heri Hermawan, M.M.Pd., menilai edukasi mengenai perlindungan anak merupakan langkah penting yang harus dilakukan secara berkesinambungan.

Menurut Heri, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai bagaimana menjaga diri, mengenali situasi yang berpotensi membahayakan, serta berani menyampaikan persoalan kepada orang yang dipercaya.

“Edukasi sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran anak sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman,” ujar Heri.

Ia menegaskan, perlindungan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau sekolah. Orang tua, guru, teman sebaya, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Menurutnya, sinergi tersebut sangat diperlukan agar berbagai persoalan yang menyangkut anak dapat diketahui lebih awal dan mendapatkan penanganan secara tepat.

Heri berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti yang dilakukan DP3A Kota Bandung dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah. Dengan demikian, pemahaman mengenai perlindungan anak tidak hanya menjadi materi dalam sebuah kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penguatan edukasi, komunikasi terbuka, deteksi dini, dan kolaborasi lintas pihak, Kota Bandung diharapkan mampu membangun lingkungan pendidikan yang semakin aman dan ramah bagi anak.

Upaya tersebut menjadi investasi penting untuk memastikan anak-anak dapat belajar, berinteraksi, dan berkembang secara optimal tanpa kehilangan hak mereka untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan.***

(Suryana)

Berita Terkait

Dari BPJS hingga Pelatihan Digital, Adi Widyanto Tampung Aspirasi Warga Margahayu Raya
Hadapi Tantangan Persampahan, Pemkot Cimahi Perkuat Kolaborasi dan Kesadaran Warga
Madrim Kusumah Andin, di bawah kepemimpinan Ketua Umum BBC terpilih, Kang Bagus Machdiantoro, Komunitas BBC akan semakin maju dan sukses
Jelang Pilkades Hegarmanah, BPD Minta Inspektorat Perjelas Penyelesaian Kerugian Daerah
Peringatan HUT ke-53 FSP TSK SPSI
Bandung Teguhkan Komitmen Lestarikan Pencak Silat Tradisi, Pasang Giri PPSI Jadi Momentum Cetak Generasi Berkarakter
Natalius Pigai: Bangun Peradaban Bangsa Dimulai dari Kesadaran HAM, Bukan Sekadar Penegakan Hukum
Bidik Wajah Baru Koperasi Indonesia, Wali Kota: Talenta adalah Tambang Emas Bandung

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 22:12 WIB

Dari BPJS hingga Pelatihan Digital, Adi Widyanto Tampung Aspirasi Warga Margahayu Raya

Kamis, 3 September 2026 - 19:05 WIB

Hadapi Tantangan Persampahan, Pemkot Cimahi Perkuat Kolaborasi dan Kesadaran Warga

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Madrim Kusumah Andin, di bawah kepemimpinan Ketua Umum BBC terpilih, Kang Bagus Machdiantoro, Komunitas BBC akan semakin maju dan sukses

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:30 WIB

Jelang Pilkades Hegarmanah, BPD Minta Inspektorat Perjelas Penyelesaian Kerugian Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:29 WIB

Peringatan HUT ke-53 FSP TSK SPSI

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:26 WIB

Bandung Teguhkan Komitmen Lestarikan Pencak Silat Tradisi, Pasang Giri PPSI Jadi Momentum Cetak Generasi Berkarakter

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:51 WIB

Natalius Pigai: Bangun Peradaban Bangsa Dimulai dari Kesadaran HAM, Bukan Sekadar Penegakan Hukum

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:23 WIB

Bidik Wajah Baru Koperasi Indonesia, Wali Kota: Talenta adalah Tambang Emas Bandung

Berita Terbaru

error: Content is protected !!