Natalius Pigai: Bangun Peradaban Bangsa Dimulai dari Kesadaran HAM, Bukan Sekadar Penegakan Hukum

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:51 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, nusaupdate.net – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, menegaskan bahwa masa depan Indonesia yang berkeadilan dan berkeadaban tidak hanya ditentukan oleh kuatnya penegakan hukum, tetapi juga oleh tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menghormati hak asasi manusia sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Pigai saat membuka kegiatan bertajuk “Bersama Membangun Peradaban HAM” yang digelar di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 28–30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti para kepala daerah, pejabat pemerintah, serta pemangku kepentingan dari berbagai wilayah sebagai upaya memperkuat implementasi nilai-nilai HAM di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Pigai menilai pemahaman mengenai hak asasi manusia di Indonesia masih perlu terus diperkuat. Menurutnya, HAM tidak boleh dipandang sebatas instrumen penyelesaian sengketa melalui jalur hukum, melainkan harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat dan tata kelola pemerintahan.

“HAM bukan hanya berbicara tentang penegakan hukum. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat agar memahami hak dan kewajibannya. Dari situlah peradaban bangsa dibangun,” ujar Pigai.

Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum memahami hak-haknya secara utuh. Bahkan, tidak sedikit penyelenggara pemerintahan yang masih membutuhkan penguatan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Pigai menilai pendekatan yang hanya mengandalkan proses hukum belum cukup memberikan perlindungan secara menyeluruh. Sebab, masyarakat yang menjadi korban pelanggaran HAM sering kali dihadapkan pada persoalan biaya, akses bantuan hukum, hingga proses yang panjang untuk memperoleh keadilan.

Menurutnya, membangun budaya sadar HAM merupakan langkah strategis untuk mencegah lahirnya berbagai bentuk pelanggaran sebelum terjadi.

“Jika masyarakat memiliki kesadaran terhadap hak asasi manusia, maka potensi terjadinya diskriminasi, penyalahgunaan kewenangan, maupun konflik sosial dapat diminimalkan sejak awal,” katanya.

Mantan Komisioner Komnas HAM tersebut juga mengungkapkan bahwa selama ini dirinya kerap menyampaikan pandangan yang berbeda dalam berbagai kesempatan. Baginya, hal itu merupakan bagian dari strategi komunikasi agar isu-isu hak asasi manusia mendapat perhatian luas dari masyarakat.

“Saya ingin masyarakat mulai melihat HAM sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, yang harus diubah bukan hanya regulasi, tetapi juga pola pikir kita bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pigai menjelaskan bahwa berbagai persoalan sosial, mulai dari diskriminasi, ketimpangan ekonomi, konflik horizontal, hingga pelayanan publik yang belum optimal, memiliki keterkaitan erat dengan pemenuhan hak asasi manusia.

Oleh sebab itu, ia mendorong seluruh pemerintah daerah agar menjadikan perspektif HAM sebagai dasar dalam setiap kebijakan pembangunan, sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan perlindungan bagi seluruh warga negara.

Menurut Pigai, keberhasilan pembangunan HAM tidak selalu dapat diukur dengan indikator ekonomi semata, melainkan juga dari meningkatnya rasa keadilan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, serta terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif.

Melalui Kementerian HAM, pemerintah terus memperkuat berbagai program peningkatan kapasitas aparatur, pendidikan HAM, pelayanan publik berbasis hak, serta evaluasi kepatuhan pemerintah daerah terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Forum yang berlangsung di Kota Bandung tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun budaya penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan berperadaban.

(Suryana)

Berita Terkait

Bidik Wajah Baru Koperasi Indonesia, Wali Kota: Talenta adalah Tambang Emas Bandung
Ratusan Warga Padati Doa Bersama di Rumah Kades Sumardi, Serukan Pilkades Karangmukti Damai
Wabup Kuningan Dorong Daerah Jadi Pilot Project Nasional Pengelolaan Sampah
Dishub Bandung Pastikan Kompensasi WTP Cicaheum Segera Disalurkan, Proses Administrasi Masuki Tahap Akhir
PW MES Jawa Barat Gelar Pelantikan, Seminar dan Silakwil
Kementerian PKP Bedah 17 Rumah di Cilampeni, Simulasi Tender Terbuka Digelar
Ketua KNPI Jabar Luncurkan BAP TKP,
47 siswa wyata guna bandung raih juara lomba nyanyi dan puisi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:41 WIB

Dishub Bandung Pastikan Kompensasi WTP Cicaheum Segera Disalurkan, Proses Administrasi Masuki Tahap Akhir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:27 WIB

Kementerian PKP Bedah 17 Rumah di Cilampeni, Simulasi Tender Terbuka Digelar

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:57 WIB

47 siswa wyata guna bandung raih juara lomba nyanyi dan puisi

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:06 WIB

DPRD Kota Bandung dan DP3A Kota Bandung Perkuat Ketahanan Mental Anak dan Remaja Lewat Pelatihan Dukungan Psikologi Awal

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:58 WIB

Pelatihan Dukungan Psikologi

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:23 WIB

Perkuat Ketahanan Mental Generasi Muda, DP3A Kota Bandung Gelar Pelatihan Dukungan Psikologis Awal di Kelurahan Tamansari

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:36 WIB

Perkuat Ketahanan Mental Anak, DP3A Kota Bandung Gelar Pelatihan Dukungan Psikologis Awal bagi Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:38 WIB

Komisi III Akan Bentuk Tim Perumus yang Mengawal Pemulihan Anggaran Editor DPRD Bandung

Berita Terbaru

error: Content is protected !!