MC Harus Punya Karakter dan Kejujuran, Farhan: Jangan Jadi Tiruan Orang Lain

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:16 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MC Harus Punya Karakter dan Kejujuran, Farhan: Jangan Jadi Tiruan Orang Lain

Bandung// Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, profesi Master of Ceremony (MC) memiliki peran penting dalam menentukan ritme dan keberhasilan sebuah acara.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus MC.BDG periode 2026–2029 sekaligus perayaan Hari Jadi ke-9 Komunitas MC.BDG bertajuk “Nawawarna: Satu Panggung, Sejuta Cerita” di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Kamis, 11 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

MC Harus Punya Karakter dan Kejujuran, Farhan: Jangan Jadi Tiruan Orang Lain

Di hadapan para pembawa acara profesional dari berbagai daerah di Jawa Barat, Farhan mengibaratkan profesi MC seperti air minum yang keberadaannya sering dianggap biasa, namun akan sangat terasa ketika tidak ada.

“Sebagai MC, kita ini nilainya sama dengan air minum. Saat ada sering dianggap biasa saja, tetapi ketika tidak ada, semua orang akan bertanya, ‘MC-nya mana? Acara ini bagaimana jalannya?’,” ujarnya disambut tawa peserta.

Menurut Farhan, seorang MC bukanlah bintang utama dalam sebuah acara. Dalam konser musik, perhatian audiens tertuju kepada penyanyi atau grup musik yang tampil.

Dalam acara kenegaraan, perhatian publik tertuju kepada tokoh yang berpidato. Namun demikian, seluruh rangkaian acara tidak akan berjalan tanpa peran seorang MC.

“Siapa pun yang tampil di atas panggung tidak akan mulai berbicara sebelum dipersilakan oleh MC. Di situlah peran penting seorang pembawa acara, yaitu mengatur irama dan alur sebuah kegiatan,” katanya.

Farhan juga membagikan perjalanan kariernya di dunia media yang menjadi fondasi profesinya saat ini.

Ia mengenang ketika pertama kali melamar pekerjaan di sebuah stasiun radio di Bandung pada tahun 1993 dengan harapan menjadi penyiar.

Namun, ia justru diterima sebagai penulis naskah atau scriptwriter karena dianggap tidak memiliki kualitas vokal yang cukup untuk menjadi penyiar.

“Saya melamar jadi penyiar, diterima jadi penulis naskah. Artinya suara saya dianggap tidak cukup bagus untuk siaran,” ujarnya berseloroh.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru memberinya banyak pelajaran tentang komunikasi, teknik penyampaian pesan, dan pentingnya membangun karakter personal.

Ia mengenang era keemasan radio di Bandung yang saat itu melahirkan banyak penyiar dan presenter ternama. Persaingan yang ketat membuat banyak talenta harus mencari cara lain untuk bertahan, salah satunya dengan membangun karakter yang kuat dan berbeda.

Menurut Farhan, perubahan besar terjadi ketika industri media berkembang pesat pada pertengahan 1990-an. Kehadiran televisi swasta nasional membuka peluang bagi talenta dari Bandung untuk berkiprah di berbagai daerah di Indonesia.

“Yang dicari bukan hanya suara bagus, tetapi karakter. Karakter itulah yang akhirnya menjadi pembeda dan memenuhi kebutuhan pasar,” katanya.

Farhan menilai lanskap media saat ini telah berubah drastis dibandingkan era radio dan televisi konvensional.

Meski demikian, ia meminta para MC tetap mempelajari dasar-dasar ilmu penyiaran radio karena menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan komunikasi.

“Dari radio kita belajar intonasi, ekspresi, dan bagaimana mengatur flow atau alur komunikasi,” ujarnya.

Ia berpendapat, era digital telah mengubah standar seorang pembawa acara.

Jika dahulu penampilan fisik dan kualitas suara menjadi faktor dominan, kini audiens lebih menghargai kejujuran dan ekspresi yang autentik.

Farhan mencontohkan gaya komunikasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilainya mampu menunjukkan kedekatan dengan masyarakat melalui ekspresi yang apa adanya.

“Sekarang yang dicari publik adalah kejujuran. Ekspresi yang tidak dibuat-buat. Orang ingin melihat sosok yang berbicara seperti dirinya sendiri,” ujarnya.

MC Harus Punya Karakter dan Kejujuran, Farhan: Jangan Jadi Tiruan Orang Lain

Dalam kesempatan tersebut, Farhan mengingatkan para anggota MC.BDG untuk tidak terjebak menjadi imitasi dari figur yang sudah terkenal. Menurutnya, setiap pembawa acara harus berani membangun identitas dan ciri khas masing-masing.

“Kalau ada MC yang hebat, jangan berpikir untuk menjadi seperti dia. Karena kalau saya punya anggaran, saya akan langsung mengundang yang asli, bukan yang mirip,” katanya.

Ia menuturkan, tidak ada rumus pasti untuk menemukan karakter diri. Satu-satunya cara adalah terus belajar, mencoba, dan tidak pernah berhenti mengembangkan kemampuan.

“Karakter itu tidak bisa dibuat instan. Harus dicari dan terus diasah,” ujarnya.

Farhan juga mengingatkan, fokus utama seorang pembawa acara bukanlah para tamu di atas panggung, melainkan audiens yang hadir menyaksikan acara.

Menurutnya, seorang MC harus mampu menempatkan diri sebagai penonton dan memahami apa yang dirasakan oleh audiens selama acara berlangsung.

“Yang harus diperhatikan bukan orang yang ada di atas panggung. Yang harus mendapat perhatian adalah audiens. Bayangkan diri kita duduk di kursi penonton, lalu pikirkan apa yang ingin mereka dengar dan rasakan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tugas utama seorang MC adalah memastikan semua pihak mendapatkan porsi yang tepat untuk tampil dan memperoleh perhatian yang seimbang.

Menutup sambutannya, Farhan mengajak para MC untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sebagai sarana pengembangan profesi.

Ia mengaku pernah menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi AI mampu menghasilkan video dan suara yang sangat menyerupai tokoh dunia.

Meski demikian, ia menilai perkembangan tersebut bukan ancaman, melainkan peluang bagi para pembawa acara untuk meningkatkan kualitas kerja dan kreativitas.

“Artificial Intelligence harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan digunakan untuk memalsukan sesuatu, tetapi jadikan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas,” ujarnya.

Farhan berharap kepengurusan baru MC.BDG dapat menjadi wadah bagi para pembawa acara untuk terus belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan diri menghadapi perubahan dunia komunikasi yang semakin cepat.

“Menjadi MC adalah profesi yang mulia. Siapa tahu dari pembawa acara bisa menjadi wali kota,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah dari para peserta. (ziz)**

(Red) **

Berita Terkait

Pelatihan Barber Bekali Warga Bandung dengan Keterampilan, Teknik Taper dan Fade Jadi Materi Utama
10 Hari Digembleng Jadi Barista, 60 Peserta Hasil Aspirasi Reses Adi Widyanto Siap Kembangkan Usaha Kopi
Polemik Pilkam Gunung Bakti Mencuat, DPMK Diminta Jangan Tutup Mata terhadap Keberatan soal Domisili Calon Terpilih
Dari BPJS hingga Pelatihan Digital, Adi Widyanto Tampung Aspirasi Warga Margahayu Raya
Hadapi Tantangan Persampahan, Pemkot Cimahi Perkuat Kolaborasi dan Kesadaran Warga
Lindungi Anak Sejak Dini, DP3A Kota Bandung Dorong Sekolah Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini
Hafiz Faisal Al Ayubi Daftarkan Diri Calon Kepala Desa Kali Jaya, “Menuju Perubahan”
Vonis 2 Tahun 10 Bulan Digugat, Kuasa Hukum Panji Pasa Pratama Ajukan Memori Banding: Dakwaan Kabur, Perkara Dinilai Ranah Perdata

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:43 WIB

BBC Desak Pemkot Bandung Buka-bukaan soal Pengelolaan CFD Buah Batu

Sabtu, 5 September 2026 - 17:24 WIB

Pemkab Karo Bantah Konflik Kepentingan dalam Penyaluran CSR Beasiswa

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Aktivis Nasional Sebut Kolaborasi Polres Cimahi dan Ojol Bukti Kamtibmas Butuh Peran Aktif Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:13 WIB

LSM LIDIK Desak Klarifikasi Terbuka Dugaan Kekerasan ASN di Sumedang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:40 WIB

CV Tumangger Cup I Bergulir, Adu Taktik Pemain Sepak Bola Warnai Semangat Sportivitas di Subulussalam

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Bupati Karo Bersama Forkopimda Tinjau Kembali Penanganan Pasien Dugaan Keracunan MBG di RS Efarina Etaham

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Respon Cepat Kapolsek Berastagi, Berantas Judi Di Wilayahnya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:45 WIB

Sekertaris Daerah Menghadiri Penggalangan Dana Pembangunann Gereja GBKP Runggun Bukit

Berita Terbaru

error: Content is protected !!