Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Anggota DPRD Jatim: Biarkan Hukum Bekerja, Korban Jangan Disalahkan

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:56 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Anggota DPRD Jatim: Biarkan Hukum Bekerja, Korban Jangan Disalahkan

Lead

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LUMAJANG – Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj. Lailatul Qodriyah, M.Pd., mengecam keras setiap bentuk kekerasan seksual, terutama yang menimpa anak. Menurutnya, tindakan asusila merupakan perbuatan yang tidak bermoral, tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun, dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.Sabtu,18/7/2026

 

Isi Berita

 

Lailatul Qodriyah menegaskan, siapa pun pelaku kekerasan seksual harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan tersebut, terlebih jika korbannya adalah anak.

 

“Perbuatan asusila adalah tindakan yang sangat tidak terpuji. Siapa pun pelakunya, baik aparat maupun masyarakat umum, tetap tidak dapat dibenarkan. Apalagi jika korbannya anak, itu sama sekali tidak boleh terjadi,” ujarnya.

 

Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai identitas pelaku sebelum proses hukum berjalan. Menurutnya, penegakan hukum harus menjadi rujukan utama agar perkara dapat diusut secara objektif dan adil.

 

“Kalau memang terbukti terjadi tindak pemerkosaan atau kekerasan seksual, biarkan proses hukum yang berbicara. Semua harus menghormati mekanisme hukum yang berlaku,” katanya.

 

Selain menyoroti penegakan hukum, Lailatul juga mengingatkan pentingnya memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korban. Ia menilai masih banyak korban kekerasan seksual, khususnya perempuan dan anak, yang enggan melapor karena khawatir mendapat stigma dari lingkungan.

 

Menurut dia, tidak sedikit korban justru menjadi sasaran tudingan dan disalahkan setelah berani mengungkapkan apa yang dialaminya. Kondisi tersebut membuat banyak korban memilih diam daripada mencari keadilan.

 

“Sering kali korban berharap mendapat perlindungan dan simpati, tetapi yang terjadi justru disalahkan. Stigma seperti inilah yang membuat banyak perempuan akhirnya takut melapor,” ungkapnya.

 

Sebagai kader PKB, Lailatul menjelaskan bahwa organisasi sayap perempuan PKB, Perempuan Bangsa, selama ini memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, termasuk persoalan kekerasan. Melalui berbagai wadah pendampingan dan ruang konsultasi keluarga, masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi untuk memperoleh arahan maupun pendampingan.

 

Ia menambahkan, pengalaman menangani berbagai pengaduan menunjukkan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak terjadi, namun tidak seluruhnya terungkap ke publik karena korban memilih menyimpan penderitaannya.

 

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan seksual kepada aparat penegak hukum maupun lembaga yang memiliki kewenangan memberikan perlindungan kepada korban.

 

“Kalau ada ketidakadilan atau mengalami kekerasan, masyarakat harus berani mengadu kepada pihak yang berwenang. Sebagai wakil rakyat, kami tentu siap menerima aspirasi dan memberikan arahan agar korban mendapatkan pendampingan serta akses terhadap proses hukum yang semestinya,” tuturnya.

 

Ia berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak, sekaligus menghentikan budaya menyalahkan korban agar semakin banyak penyintas berani mencari keadilan.(D.S)

Berita Terkait

Wabup Kuningan Dorong Daerah Jadi Pilot Project Nasional Pengelolaan Sampah
PW MES Jawa Barat Gelar Pelantikan, Seminar dan Silakwil
Kementerian PKP Bedah 17 Rumah di Cilampeni, Simulasi Tender Terbuka Digelar
47 siswa wyata guna bandung raih juara lomba nyanyi dan puisi
Gala Dinner Kolokium Khusus AP2TPI XXXI Bandung 2026
Membangun Rumah yang Aman di Era Digital, Keluarga Didorong Menjadi Benteng Pertama Perlindungan Anak
Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan
Komitmen Zero HALINAR. Lapas Narkotika Langkat Lakukan Pemeliharaan Berkala Perangkat Jammer

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:28 WIB

Program Manunggal Air Kodim Abdya di Padang Bak Jok Capai Progres Signifikan, TNI dan Warga Gotong Royong Tegakkan Tower Air

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:41 WIB

Petani Desa Cinta Makmur Bersyukur, Jembatan Beton Baru Permudah Angkut Hasil Perkebunan

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:51 WIB

Dukung Ekonomi Desa, TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Beton di Kecamatan Tangan-Tangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:16 WIB

Babinsa Koramil Blangpidie Kawal Progres Sumur Bor, Air Bersih Segera Mengalir ke Permukiman Warga

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:58 WIB

Program Manunggal Air Bersih Kodim Melesat, Pembangunan Tower Air di Lima Desa Dimulai

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:12 WIB

Dandim Abdya Resmikan 3 Jembatan Beton, Siap Dongkrak Laju Ekonomi Desa

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:43 WIB

Prajurit Kodim Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan Sumur Bor di Lima Desa, Tempat Wudhu Mulai Dibangun

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:32 WIB

Bangun 3 Jembatan di Abdya, Kodim 0110 Perkuat Akses Petani dan Dorong Ekonomi Desa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!