Kota Bandung, nusaupdate.net – Upaya membangun generasi yang sehat secara mental terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), digelar Pelatihan Dukungan Psikologis Awal (DPA) bagi Anak dan Remaja guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali serta menangani persoalan psikologis anak sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Selasa (21/7/2026), diikuti para kader, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang memiliki peran penting dalam perlindungan anak di lingkungan masing-masing.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Bandung H. Danis Daniswara, S.E., Kepala DP3A Kota Bandung Dra. Hj. Uum Sumiati, M.Si., Lurah Tamansari Asep Ahmad, tokoh masyarakat, para kader, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H. Danis Daniswara menegaskan bahwa kesehatan mental anak dan remaja merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Menurutnya, meningkatnya tantangan kehidupan sosial, perkembangan teknologi, hingga tekanan lingkungan menuntut seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian terhadap kondisi psikologis anak.
Ia menjelaskan, pelatihan dukungan psikologis awal merupakan langkah strategis untuk membekali masyarakat dengan kemampuan memberikan pertolongan pertama secara emosional kepada anak yang mengalami tekanan, sebelum mendapatkan penanganan dari tenaga profesional.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kepedulian terhadap kondisi psikologis mereka harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat,” ujarnya.
Danis juga mengajak masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta tidak ragu memberikan perhatian ketika melihat tanda-tanda gangguan psikologis.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat sehingga semakin banyak pihak yang memahami pentingnya menjaga kesehatan mental anak dan remaja.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bandung, Dra. Hj. Uum Sumiati, M.Si., menjelaskan bahwa dukungan psikologis awal merupakan bentuk pendampingan yang diberikan kepada anak maupun remaja yang mengalami tekanan emosional agar mereka merasa aman, tenang, dan memperoleh bantuan yang tepat.
Menurutnya, kemampuan memberikan dukungan psikologis dasar perlu dimiliki masyarakat karena tidak semua persoalan mental dapat langsung ditangani tenaga profesional. Kehadiran keluarga dan lingkungan sekitar menjadi garda terdepan dalam membantu anak melewati masa-masa sulit.
Uum juga menyoroti besarnya pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap kehidupan anak dan remaja. Arus informasi yang tidak terkendali, penyebaran hoaks, konten negatif, hingga perundungan di media sosial berpotensi memengaruhi kondisi psikologis apabila tidak disertai pengawasan dan pendampingan dari orang tua.
Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk membangun komunikasi yang intens dengan anak, memberikan edukasi mengenai penggunaan media digital secara bijak, serta menanamkan kemampuan menyaring informasi yang benar agar anak tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan.
“Perlindungan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi keluarga, masyarakat, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan agar anak-anak Kota Bandung tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk harapan agar upaya perlindungan terhadap anak dan remaja terus diperkuat. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mencerminkan komitmen seluruh peserta untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang ramah anak serta peduli terhadap kesehatan mental generasi penerus bangsa.**
(Suryana)
































