Bandung, nusaupdate.net – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung menggelar Pelatihan Dukungan Psikologi Awal untuk Anak dan Remaja. Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Cigending, Jalan Cijoang No. 111, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memberikan pendampingan psikologis awal bagi anak dan remaja agar mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat secara mental dan berkarakter.
Dan Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kota Bandung Drs. Heri Hermawan, M.M.Pd., jajaran DP3A Kota Bandung, perwakilan Kecamatan Ujungberung, Lurah Cigending beserta jajaran, Pokja Kecamatan Ujungberung, para kader, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam arahannya, Drs. Heri Hermawan menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam membentuk karakter serta kesehatan mental anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, penggunaan gawai dan media sosial harus mendapat pendampingan agar memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak, bukan justru berdampak negatif terhadap kondisi psikologis maupun perilaku mereka.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi anak dan remaja. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, narasumber dari DP3A Kota Bandung, Medina, memaparkan materi mengenai pentingnya membangun ketahanan mental anak sejak dini. Ia menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi psikologis anak, mulai dari penggunaan telepon seluler, lingkungan pergaulan, hingga derasnya arus informasi di era digital.
Menurut Medina, kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga memiliki risiko apabila tidak disertai pengawasan dan pendampingan dari orang tua. Karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam membimbing anak menggunakan teknologi secara bijak, memilah informasi yang bermanfaat, serta membangun komunikasi yang terbuka di dalam rumah.
Selain itu, ia juga mengulas pentingnya perhatian terhadap aspek pendidikan, kesehatan mental, pola pergaulan, serta pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja.
Dalam kesempatan tersebut, Medina mengajak para orang tua, kader, dan seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis anak. Ia menekankan bahwa dukungan emosional, perhatian, serta komunikasi yang baik merupakan langkah awal dalam mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu perkembangan mental anak.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh peserta dalam memperkuat perlindungan serta dukungan psikologis bagi anak dan remaja di Kota Bandung.**
(Suryana)
































