KOTA BANDUNG, Nusaupdate.net – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat komitmen dalam menghadapi persoalan persampahan dengan mendorong keberlanjutan program pengelolaan sampah pascapelaksanaan Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP).

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, S.Sos., M.M., usai mengikuti Lokakarya Eksekutif dan Legislatif tentang Komitmen Keberlanjutan Pascaprogram ISWMP di El-Royal Hotel Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).

Menurut Maria, keberlanjutan program pengelolaan sampah membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Ia menyebut terdapat sejumlah tantangan yang harus segera diperkuat, mulai dari kelembagaan, pemahaman masyarakat, hingga dukungan anggaran.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat harus ikut terlibat, terutama dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber,” ujar Maria.
Ia menambahkan, Pemkot Cimahi telah melakukan berbagai langkah, di antaranya melalui Program Sapu Jagat. Program tersebut melibatkan ASN untuk turun ke tingkat RT guna melakukan pendataan sekaligus memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemilahan dan pengurangan sampah.
Maria juga menyoroti persoalan kapasitas tempat pemrosesan akhir. Dengan adanya rencana penutupan TPA Sarimukti pada Oktober 2026, pengurangan sampah dari sumber dinilai semakin mendesak.
“Kalau sampah sudah dipilah dan dikelola sejak dari rumah, volume yang dibuang ke TPA bisa direduksi. Ini juga akan membantu mengurangi beban dan biaya pemerintah dalam pengelolaan sampah,” jelasnya.
Ia berharap momentum pascaprogram ISWMP dapat menjadi penguat bagi seluruh pihak untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Permasalahan sampah adalah permasalahan kita semua. Karena itu, diperlukan kesadaran dan kolaborasi bersama agar lingkungan Kota Cimahi semakin bersih dan terkelola dengan baik,” pungkasnya.***
(Suryana)































