Ribuan Jamaah Padati Milad ke-7 Pesantren Gratis Darul Hamid, Dakwah dan Aksi Sosial Menjadi Satu
Minggu, 12 Juli 2026
Ribuan jamaah dari Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, hingga daerah sekitarnya memadati kawasan Komplek Melong Green Garden, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Minggu 12/7/2026 malam. Mereka menghadiri Tabligh Akbar Milad ke-7 Pesantren Gratis Darul Hamid, yang menjadi puncak rangkaian kegiatan peringatan hari jadi pesantren tersebut.
Mengusung semangat dakwah yang menyejukkan dan kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ceramah agama, tetapi juga dirangkaikan dengan khitanan massal, santunan anak yatim, dan wisuda santri tahfidz Al-Qur’an.
Sejumlah ulama dan habaib hadir memberikan tausiyah, di antaranya Ustadz Tatang, Abah Idham Bushiry, Syaikh Osama Al-Aridi Al-Yamani, KH. Fahmi Fauzi, S.H., dan KH. Rd. Muhammad Hariri. Kehadiran mereka menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang telah memenuhi lokasi acara sejak selepas Salat Magrib.
Dalam tausiyahnya, para penceramah mengajak umat Islam menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Jamaah juga diingatkan agar terus mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pimpinan Pesantren Gratis Darul Hamid menyampaikan bahwa peringatan milad bukan sekadar mengenang perjalanan lembaga, melainkan menjadi momentum evaluasi sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan Islam yang dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya.
“Selama tujuh tahun ini kami berupaya istiqamah memberikan layanan pendidikan berbasis pesantren secara gratis, sekaligus menjalankan berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga keberadaan Pesantren Darul Hamid terus menjadi ladang keberkahan bagi umat,” ujarnya.
Prosesi wisuda tahfidz menjadi salah satu bagian yang paling mengharukan. Para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mendapatkan apresiasi dari para ulama dan jamaah. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan pesantren dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah.
Di sisi lain, kegiatan khitanan massal dan santunan bagi anak yatim menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sepanjang acara, suasana berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Lantunan shalawat yang menggema di tengah ribuan jamaah menambah kekhusyukan tabligh akbar yang berlangsung hingga malam hari.
Memasuki usia ketujuh, Pesantren Gratis Darul Hamid berharap dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi dengan umat dan berbagai pihak, pesantren berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Reporter: Winda

































