Polres Aceh Tenggara Jadikan Piala Dunia 2026 Sarana Mempererat Persatuan

NUSA UPDATE

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:31 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Suasana Kota Kutacane di Aceh Tenggara menjelang pelaksanaan ajang sepak bola terbesar dunia tampak lebih semarak dari biasanya. Tahun ini, euforia Piala Dunia 2026 tak hanya terasa dari sorak-sorai di tiap sudut kafe atau rumah-rumah warga. Kepolisian Resor Aceh Tenggara, di bawah komando AKBP Yulhendri, menangkap geliat antusias masyarakat tersebut dengan cara berbeda: menghadirkan momentum kebersamaan melalui gelaran nonton bareng (nobar) di Gedung 38 Setia, jantung kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kegiatan masyarakat.

Langkah menghadirkan fasilitas nobar ini bukan sekadar upaya meramaikan pergelaran sepak bola, melainkan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk merengkuh lebih erat lapisan masyarakat. Selama ini, sepak bola memang memiliki magnet tersendiri di tengah warga Kutacane, dari kalangan muda hingga tua, tanpa memandang latar belakang sosial. Semangat serupa yang hendak direkatkan oleh Polres Aceh Tenggara—memberi wadah berkumpul yang aman dan nyaman, sekaligus memupuk komunikasi yang lebih baik antara polisi dan masyarakat.

Gedung 38 Setia, yang dipilih sebagai lokasi nobar, disulap menjadi ruang publik yang ramah bagi siapa saja. Layar besar dan sistem suara berkualitas dihadirkan untuk memastikan setiap gol, setiap sorakan, dan setiap detik ketegangan pertandingan bisa dinikmati bersama. Petugas kepolisian juga bersiaga memberikan kenyamanan dan rasa aman sepanjang pertandingan berlangsung, memastikan kegiatan berlangsung kondusif tanpa kekhawatiran mengenai keamanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik konsep nobar yang sederhana, terdapat muatan nilai yang besar. AKBP Yulhendri menekankan pentingnya momentum seperti ini dalam mempererat kebersamaan, persatuan, serta menciptakan komunikasi yang lebih harmonis antara jajaran kepolisian dan warga. Pendekatan semacam ini sekaligus menjadi cerminan perubahan paradigma pengayoman Polri: hadir bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian pemersatu masyarakat dalam peristiwa sosial dan hiburan. Harapannya, konsep ini dapat memecah jarak psikologis yang kadang masih terasa antara masyarakat dengan aparat.

Fakta di lapangan menunjukkan, respons masyarakat terhadap inisiatif Polres Aceh Tenggara sangatlah positif. Banyak warga, seperti Sutrisno (42), menilai bahwa menghadiri nobar di Gedung 38 Setia memberi pengalaman berbeda—lebih seru, lebih meriah, dan mempertemukan banyak kawan sebaya yang memiliki kecintaan sama pada sepak bola. Ornamen-ornamen sederhana seperti bendera tim nasional dan atribut Piala Dunia turut menghias ruangan, membangkitkan semangat kompetisi yang sportif. Ada sukacita yang terasa kolektif, tawa dan canda anak-anak hingga orang tua yang larut dalam semangat mendukung tim favorit.

Bagi beberapa tokoh masyarakat, langkah ini justru dianggap sebagai angin segar. Kegiatan menghimpun massa seperti ini, menurut mereka, sebaiknya menjadi tradisi pada momentum penting lain di masa mendatang. Selain menghidupkan ruang publik yang sehat, kehadiran polisi yang membaur dengan masyarakat dalam suasana riang dapat membangun kepercayaan dan mengikis sekat-sekat yang mungkin pernah ada.

Di sisi lain, Polres Aceh Tenggara memandang kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial. Pelibatan masyarakat dalam kegiatan bersama menjadi aset penting dalam menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Selain mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan sportivitas selama laga berlangsung, Polres juga memberi ruang bagi dialog informal antara petugas keamanan dan masyarakat. Lewat obrolan ringan selama rehat pertandingan, sering lahir harapan-harapan kecil yang menyiratkan kebutuhan nyata masyarakat terhadap kehadiran polisi sebagai sahabat, bukan sekadar penegak hukum.

Di tengah gegap gempita Piala Dunia 2026, Gedung 38 Setia di Kutacane pun semakin sering menjadi saksi kehangatan interaksi di antara warga. Bagi Polres Aceh Tenggara, inisiatif ini diprediksi menjadi ajang strategis mempererat kedekatan, memupuk rasa saling percaya, dan menghadirkan kegembiraan kolektif. Keramaian di setiap sesi nobar bukan semata-mata euforia sepak bola, tetapi juga perayaan kebersamaan di atas perbedaan. Hingga akhir turnamen mendatang, harapan itulah yang ingin terus dijaga: masyarakat Kutacane tidak hanya larut dalam pesta sepak bola dunia, melainkan turut merawat harmoni dengan Polri untuk kehidupan sosial yang lebih solid ke depan. )RED)

Berita Terkait

Kasat Binmas Polres Aceh Tenggara Ajak Pelajar Kejar Cita-Cita dan Jauhi Kenakalan Remaja
Dari Polres hingga Polsek, Tidak Memberi Ruang Peredaran Sabu: 10 Paket Diamankan di Gusung Batu
Saku Celana Berisi 37 Paket Sabu, Satu Orang Pengedar Diamankan Polres Aceh Tenggara
Bukan Sekadar Olahraga, HKGB ke-74 Pererat Kebersamaan Keluarga Besar Polres Aceh Tenggara dan Forkopimda
Kapolres Aceh Tenggara Pastikan Jajaran Polsek Babul Makmur Tetap Siaga Layani Masyarakat
Polres Agara Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus, Bupati Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara
Ganja 4,7 Kg Disembunyikan di Bawah Tempat Tidur, Satresnarkoba Bongkar Peredaran di Ketambe
Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Festival Kakao dan Pasar Tani, Dorong Penguatan Ekonomi Petani

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:34 WIB

10 Hari Digembleng Jadi Barista, 60 Peserta Hasil Aspirasi Reses Adi Widyanto Siap Kembangkan Usaha Kopi

Kamis, 3 September 2026 - 22:12 WIB

Dari BPJS hingga Pelatihan Digital, Adi Widyanto Tampung Aspirasi Warga Margahayu Raya

Kamis, 3 September 2026 - 19:05 WIB

Hadapi Tantangan Persampahan, Pemkot Cimahi Perkuat Kolaborasi dan Kesadaran Warga

Rabu, 2 September 2026 - 11:32 WIB

Lindungi Anak Sejak Dini, DP3A Kota Bandung Dorong Sekolah Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Madrim Kusumah Andin, di bawah kepemimpinan Ketua Umum BBC terpilih, Kang Bagus Machdiantoro, Komunitas BBC akan semakin maju dan sukses

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:23 WIB

Bidik Wajah Baru Koperasi Indonesia, Wali Kota: Talenta adalah Tambang Emas Bandung

Senin, 27 Juli 2026 - 13:41 WIB

Dishub Bandung Pastikan Kompensasi WTP Cicaheum Segera Disalurkan, Proses Administrasi Masuki Tahap Akhir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:27 WIB

Kementerian PKP Bedah 17 Rumah di Cilampeni, Simulasi Tender Terbuka Digelar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!